Inspiring Your Life
RSS icon Email icon Home icon

  • Berakhir dengan Indah

    Print E-mail

    Posted on October 6th, 2009 by Dimas Prasetyo, and has been read for 36 times 2 comments

    hari ini masih jelas ku ingat. Tersuspensi di dasar benak tak terjamah. Tujuh bulan yang lalu, tanggal yang sama, tempat yang sama, hujan yang sama, namun esensi yang berbeda.

    Tak ingin lepas rasanya dari memori. Di kala titik air berlomba turun menyapa bumi. Ditemani guruh yang tak mau tertinggal dari sang kilat. Semua itu terkonfigurasi dalam sebuah persamaan stekiometri hingga udara lembab layaknya kertas mencatat pesan itu. Tersirat, namun aku tahu makna di baliknya. Biar hujan yang menyimpan semua detail itu, jangan bebankan di mimpiku lagi.

    Di hari ini pula, aku sadar akan makna hidup. Bukan seindah citraan para pujangga dalam novel dan roman. Kata-kata yang mengharubiru atau metafor yang membuai jiwa. Semua ada konsekuensi tak mau atau tidak.

    Aku sadar itu bukan segalanya. Ada hal-hal lain dalam hidup ini yang lebih esensi. Cinta, tak sesederhana kata yang mudah terurai dengan metode morfologis. Ia adalah morpheme yang bersemayam dalam konsepsi tiap manusia, namun didefinisikan berbeda secara semantis.

    Hari ini, titik balik dalam hidupku. Tak terkikis memori di kala semua itu berakhir. Meski tak ada akhir yang menyenangkan, namun ini sungguh berarti untukku. Akhir yang menjadi awal untuk segalanya. Penemuan kembali makna cinta, aktualisasi diri, dalam sesuatu yang lebih hakiki.

    Depok, 5 Oktober 2009
    Awal kehidupan.


    Related Links:


     

    2 responses to “Berakhir dengan Indah” RSS icon

    • entah kenapa hati w ikut berdebar-debar juga baca tulisan lo….ham…jadi pengen nangis…sangat sangat sangat menyentuh dan manusiawi…aih labil bgt ya w…hahaha..tapi gak papa ini tanda kalo hati kita msih hidup…hehe…(tetep ya membela diri)


    Leave a reply

    CommentLuv Enabled

Canonical URL by SEO No Duplicate WordPress Plugin