-
Batik Indonesia Menjadi Warisan Budaya Dunia
Posted on September 30th, 2009 12 commentsBatik Indonesia Menjadi Warisan Budaya Dunia
UNESCO akan mengukuhkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage).
Minggu, 6 September 2009, 11:21 WIBPetti Lubis, Mutia NugraheniVIVAnews – Batik memang identik dengan Indonesia, tetapi bukan berarti negara lain tidak bisa memproduksinya. Negara tetangga kita, seperti Malaysia, Singapura, bahkan China juga memproduksi batik dengan motif yang cukup beragam. Hal itu ternyata tidak membuat pengakuan dunia internasional terkait batik Indonesia memudar.
Buktinya, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), akan mengukuhkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage). Pengukuhan tersebut akan secara resmi dilakukan pada 2 oktober 2009 mendatang di Prancis.Untuk jenis batik yang akan dikukuhkan sebagai World Heritage adalah batik tulis dan bukan batik printing. Hal itu karena jenis batik printing juga diproduksi di beberapa negara lain. Batik tulis memang hanya diproduksi di Indonesia.
Pembuatannya yang dilakukan secara manual menggunakan canting serta proses pewarnaan yang memakan waktu cukup lama, membuat corak dan kualitas batik tulis sangat istimewa. Harganya juga lebih tinggi dibandingkan dengan batik yang di cetak atau printing. Untuk membuat batik tulis juga membutuhkan keahlian khusus karena tingkat kesulitan pembuatannya yang cukup tinggi.
Untuk jenis corak batik tulis, ada juga beberapa yang hanya diperuntukkan untuk kalangan kerajaan Jawa dan tidak bisa dibuat oleh orang sembarangan. Hal itu terkait filosofi dan status sosial dari si pemakai. Batik bagi masyarakat Jawa, memang bukan hanya sebuah kain bercorak, tetapi juga penggambaran filosofi kehidupan dan warisan budaya leluhur yang harus dijaga.
Untuk mendukung pengukuhan batik tulis Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage), mari kita memakai batik pada 2 Oktober mendatang. Tunjukkan rasa bangga kita sebagai bangsa Indonesia, yang memiliki warisan budaya yang luar biasa yaitu batik tulis.
sumber: Viva News
Related Links:
- Batik Selected for UNESCO Cultural Heritage List
- Potensi Industri Kreatif Berlandaskan Budaya Indonesia dalam Menghadapi Badai AC-FTA
- Wayang, So what gitu lho! (Esei Apresiasi Wayang)
- Seminar Nasional Rescuing Our Culture 8 Desember 2009
- The Definition of Love
12 responses to “Batik Indonesia Menjadi Warisan Budaya Dunia”

-
numpang promosi baju batik nih..
-
batil tulis itu adalah satu budaya berproduksi melalui nilai seni, karena ada ekspresi yang disalurkan melalui menuliskan canting pada kain yang dibatiknya. Selain hal tersebut motief batik yang mempunyai karakter budaya lokal Indonesia, dapat dikembangkan dan dibelajarkan kepada generasi muda dengan berbagai bantuan teknologi komputer. Misalnya menggunakan adobe Photoshop, Coreldraw, ataupun dengan sisitem opensurce. Ini salah satu langkah yang dapat membantu generasi muda lebih menyenangi batik pada tingkat awal. Batik, mempunyai filosofi yang dalam pada makna”tik” atau “thik”, yang berkait erat dengan emosi persepsi, sosial, kultural, seni, ekonomi, politik, dan agama.
-
Tindak lanjut, saya telah beberapa kali meneliti batik, dan saat ini tengah melakukan penelitian intensif tentang “Esthetic Value and Simbolik meanings of Batik Gajah Mada” yang Insya Allah tahun 2010 ini telah rampung. Kajian histories tentang batik yang terdapat di Kanjuruhan (abad 7-8), Singasari dan Majapahit (13-14) merupakan bukti bahwa Batik Indonesia telah berkembang pada zaman sejarah.Batik sebagai fesiyen mempunyai makna esthetic yang dalam, sampai pada makna “tik” atahu “thik” yang menuju pada satu titik kulminasi, yang merupakan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.
-
Untuk menggalakkan batik tulis,yang saat ini telah diakui oleh UNESCO, diharap para Bupati-Walikota menghimbau warganya yang menyukai seni budaya, mengembangkan batik tulis sebagai kegiatan seni dan kewirausahaan. Batik mempunyai nilai estetik dan makna simbolik. Selain itu batik mempunyai nilai ekonomi. Di setiap daeran diupayakan untuk mempunyai trademark daerah berupa batik yang khas, dan berdasar pada kearifan lokal yang berkembang di daerahnya masing-maing
-
Batik tulis berkembang di daerah-daerah sebagai kantong budaya. Ada beberapa daerah sebagai pembatik tulis hidupnya miskin. Selain itu generasi muda tidak banyak yang tertarik pada batik. Untuk itu diperlukan kebijakan dari Dinas Pendidikan di tingkat Kota-Kabupaten untuk memberikan kebijakan bahwa batik merupakan muatan lokal dari kurikulum seni budaya di sekolah, sebagai beteng apresiasi budaya di masa depan.
-
Leave a reply
Canonical URL by SEO No Duplicate WordPress Plugin







grosir batik December 2nd, 2009 at 09:57