Inspiring Your Life
RSS icon Email icon Home icon

  • Biar Aku Memikirkanmu

    Posted on May 30th, 2007 by Dimas Prasetyo, and has been read for 95 times 1 comment

    Jari-jari lenturku masih menari dengan cepat di atas keyboard. Layar Laptop di hadapanku terlihat sangat tajam tapi tidak menyilaukan. Sinar yang dipancarkannya memantul di lensa kacamata. Mataku bergerak dari kiri ke kanan mengikuti kedipan pointer dengan cepat secepat tombol-tombol yang naik turun di keyboard. Inspirasi tentang cerita yang Aku buat mengalir deras untuk terciptanya sebuah novel. Kulihat ke pojok layar, dan ternyata baru setengahnya dari keseluruhan bukuku yang terketik. Buku ini memang belum memiliki ending. Tapi awal dan pertengahan ceritanya sudah ku konsep dalam ingatan. Aku hanya tinggal menunggu peristiwa apa kemudian yang akan terjadi pada diriku sebagai inspirasinya. Karena cerita ini belum memiliki ending, jadi belum ada pula judul di buku ini. Inilah masalah yang dihadapi penulis amatiran sepertiku. Sangat sulit membuat judul yang menarik pembaca.
    Baca selengkapnya »

  • Pemberian Terakhir (Cerpen tentang pengabdian)

    Posted on May 15th, 2007 by Dimas Prasetyo, and has been read for 103 times No comments

    “Assalamualaikum, Bu, Bu, Ibu di mana!â€
    Terlihat seorang pemuda dengan wajah yang bercahaya dan perawakannya yang tinggi serta tubuh yang berisi. Ia menggunakan celana panjang berwarna hitam dan kemeja putih yang semakin memperlihatkan wajah yang menyejukkan dan penuh optimisme. Saat Ia selesai membuka sepatu hitam yang terawat, Seorang wanita setengah baya yang masih menggunakan celemek masak menghampirinya.
    “Wa alaikumsalam, ada apa Tri panggil-panggil Ibu sebegitu hebohnyaâ€.
    Tri segera menghampiri Ibunya dan sembah sungkem. Ibunya memegang tangan Tri dan menyuruhnya berdiri. Tri berdiri kemudian memeluk Ibunya dengan berlinang air mata. Tinggi mereka tidak seimbang, tinggi dari Ibunya Tri hanya mencapai dagu dari Tri sendiri.
    “Alhamdulillah bu, Tri lulus SPMB dan diterima di Universitas impian Triâ€,
    “Kalau begitu Ibu ikut bersyukur. Selamat Ya nak!â€.
    Ibu Tri membelai kepala anaknya dengan sayang.
    “Oh iya bu, Bapak di mana?â€,
    “Sepertinya bapakmu sedang di kebun tuh!â€
    Ibu Tri mengacungkan jari telunjuknya ke arah bagian belakang dari rumah yang sederhana itu.
    Baca selengkapnya »

  • Coklat Van Andre

    Posted on January 21st, 2007 by Dimas Prasetyo, and has been read for 23 times No comments

    ———-
    VERY IMPORTANT ANNOUNCEMENT!
    Buat yang nggak mbaca, dijamin nyesel tujuh turunan.

    Menjelang hari Valentine, Gue andre cowo paling populer di sini menawarkan kebahagiaan yang tak ternilai.
    Fasilitas :
    - Minta maaf kepada seseorang.
    - Ngerjain orang sampai nangis-nangis di depan kelas.
    - Hadiah sekedar tanda pertemanan (teman tapi mesra).
    - Nembak seseorang sampai tergila-gila (Yang ini khusus buat cewe doank!).
    Keberhasilan : 100%, Guarantee from The Perfect Andre.

    So, buat kalian yang sudah pasti tertarik. Hub Gue Andre di kelas IPA 3 or telp di 081312345678 buat jasa pengiriman Coklat Van Andre yang super dasyat ini!.
    ———-

    “Wah ini promo dari Andre si anak tajir itu?â€
    “Iya tuh kayaknya, udah pake nyumpahin segala lagi!â€
    Riuh rendah siswa memperbincangkan iklan yang terpasang di mading sekolah pagi ini. Mereka awalnya tidak mempercayai iklan yang terlalu dibesar-besarkan oleh andre siswa paling keren di sini. Tapi setelah tanggal 14 Februari semakin dekat, mereka tak ada pilihan lain.
    Baca selengkapnya »

  • Hanya Seorang Pecinta

    Posted on September 11th, 2006 by Dimas Prasetyo, and has been read for 42 times No comments

    ‘Warnet High Speed on-line 24 Jam non stop’. Tulisan hitam tebal yang tertera pada papan yang sudah agak kusam yang ku lihat saat Aku menengok ke sebuah bangunan kecil di pinggir jalan yang senggang. “Jadi kita ke warnet itu, beneran cepet enggak kayak tulisannya?†kata seorang perempuan cantik yang sejak tadi jalan bersamaku.
    Sesaat ku pandangi dulu wajah oval yang dihiasi oleh alis tebal dan mata yang cemerlang itu yang kelihatan tetap menarik walaupun butir-butir keringat membasahinya di bawah terik matahari pukul satu siang. “Kayaknya sih begitu, udah cepet yuk, panas banget nih!†kataku segera bergegas menyeberang jalan menuju ke warnet itu.
    Baca selengkapnya »

  • Di akhir Cerita

    Posted on September 8th, 2006 by Dimas Prasetyo, and has been read for 38 times No comments

    Setelah aku membayar semua administrasi rumah sakit, aku menuju ke kamar kecil untuk membenahi diri. Kamar kecil itu kotor dan bau layaknya kamar mandi umum di rumah sakit. Terdapat bercak-bercak kecoklatan di wash tufelnya. Ku lihat ke cermin yang terletak persis di atas was tufel itu. Hanya ada kira-kira seukuran wajah yang masih bersih sehingga paling tidak bisa digunakan untuk melihat wajah sendiri. Ku lihat wajahku sembab dan mataku merah seperti orang sedih yang semalaman menangis. ‘hmmm, memang aku habis menangis semalam’ pikirku. Ketika aku sedang sibuk memperhatikan wajahku di cermin, aku dikejutkan oleh bunyi bip dari arloji digitalku. “hah, sudah jam 8 pagi, alangkah cepatnya waktu berjalanâ€.
    Baca selengkapnya »

  • Pengganti Hidup (Cinta di balik bencana)

    Posted on July 1st, 2006 by Dimas Prasetyo, and has been read for 60 times No comments

    Tangan Pras bergetar ketika Ia berusaha untuk meraih telepon genggamnya. Jari-jarinya mulai menekan key path untuk mencari data nomor seorang perempuan yang sangat dicintanya selama ini. Matanya berusaha keras untuk menahan sesuatu yang sudah sangat ingin meluap. Tuuut… Tuuut…, Terdengar di telinganya nada sambung yang antar nadanya seperti bertahun-tahun jaraknya. Dua, Tiga, Empat, dan sampai nada tunggu ketujuh masih belum ada jawaban. Air mata itu mulai tidak dapat tertahan ketika pada nada yang kesembilan panggilan itu terangkat. Ia berbicara dengan nada yang gugup dan terburu-buru, “Na.. Na… Dia, Nadia, kamu baik-baik saja?â€. Tak terdengar suara apa-apa dari ujung telephone. Hanya suara lemah seperti rintihan yang mendesahkan kata-kata yang terdengar seperti “maaf… kan Aku… Pras…â€. Ia mengenggam handphonenya dengan kuat sekali, sepertinya dengan hal itulah Ia dapat melepaskan semua rasa penyesalannya. Air mata itu mulai mengalir dan membasahi pipinya. Ia telah lupa untuk berapa tahun ke belakang terakhir kalinya air mata itu keluar. Air mata lelaki, air mata yang sangat mahal harganya.
    Baca selengkapnya »

  • Di Tengah Kisah

    Posted on June 22nd, 2006 by Dimas Prasetyo, and has been read for 29 times No comments

    Setahun sudah aku dan Findia menjalin kasih. Hubungan kami semakin erat dan rasanya tidak ada yang dapat memisahkan kami selain maut. Prestasiku di kelas juga berangsur-angsur semakin membaik setelah yang sebelumnya aku tidak mementingkan belajar dan hanya mencari kepuasan dengan gonta-ganti pacar dengan perempuan-perumpuan cantik di sekolah ini. Semua perubahan ku itu disebabkan karena Findia yang masuk ke dalam kehidupanku. Aku jadi lebih semangat dalam belajar karena kami sering sekali belajar bersama-sama. Aku sering menanyakan hal-hal yang tidak aku mengerti kepada Findia. Yang membuatku semakin kagum kepadanya adalah, ia tidak pernah meremehkanku karena nilai-nilai akademisku yang lebih rendah daripadanya, dan ia selalu dengan senang hati menjelaskan hal-hal yang tidak aku mengerti walaupun jurusan studi kami berbeda. Baca selengkapnya »

  • The Sixth Sense (Sebuah Cerpen)

    Posted on May 10th, 2006 by Dimas Prasetyo, and has been read for 135 times No comments

    Langit biru cemerlang indah di sinari cahya mentari yang berkilau keemasan. Kicau suara burung menemani Frank yang sedang membaca buku bersama kekasihnya Chelsea. Silir hembusan angin meniup rambut mereka berdua yang sedang bercengkrama di bawah naungan pohon yang rimbun. “Menurutmu bagus tidak buku ini sayang?†tanya Frank sambil membelai rambut Chelsea dengan tangan satunya yang tidak memegangi buku. “Memang bagaimana ceritanya?†tanya Chelsea dengan manja. “Oh iya, kamu belum tahu jalan ceritanya ya!, kalau begitu, aku akan menceritakan sinofsisnya padamu†kata Frank sambil mulai menceritakan isi buku tersebut. Chelsea mendengarkan cerita Frank dengan menyenderkan kepalanya ke bahu frank yang lebar. Frank menceritakan isi buku itu dengan bersemangat sambil menikmati keharuman wangi rambut Chelsea yang tercium olehnya.
    Baca selengkapnya »



Canonical URL by SEO No Duplicate WordPress Plugin