DPM WORLD

Keep fighting my fate
RSS icon Email icon Home icon

  • Penggunaan Jargon sebagai Teknik Pembauran Individu ke dalam Komunitas Diskusi Kaskus.us

    Posted on June 2nd, 2010 by Dimas Prasetyo, and has been read for 36 times No comments

    Pendahuluan

    Di era globalisasi seperti sekarang ini, internet bukanlah sebuah kata yang asing di telinga masyarakat dunia. Penyebaran teknologi internet saat ini tidak hanya terjadi di negara maju, negara berkembang seperti Indonesia pun turut merasakan dampaknya. Pesatnya penyebaran ini tidak lain karena fungsi internet yang amat mendukung kebutuhan zaman. Dimana segala sesuatu harus serba cepat, internet merupakan sebuah solusi yang tepat untuk menjawabnya.

    Baca selengkapnya »

  • Konstruksi Relasi Sosial Perempuan dalam Film Erin Brockovich (2002)

    Posted on May 30th, 2010 by Dimas Prasetyo, and has been read for 5 times No comments

    Pendahuluan

    Perempuan adalah laki-laki yang tidak sempurna. Ungkapan dari Plato, filsuf tersohor Yunani, serasa mampu melukiskan konstruksi sosial yang dikenakan pada diri perempuan. Dalam ubungan sosialnya di masyarakat, kedudukan perempuan  terkadang masih dirasakan ada ketimpangan yang nyata. Mereka masih dianggap sebagai objek pasif, bukan subjek dengan kemampuan untuk berbuat sesuatu atas dirinya sendiri. Hal ini dapat terlihat jelas dengan bagaimana kedudukan perempuan yang dinilai subordinat dalam hubungannya dengan kaum laki-laki. Dengan pola fikir patrialki yang masih kuat, perempuan hanya dilihat lewat kacamata kaum laki-laki dan parameter yang tak berimbang. Lebih jauh lagi, tindakan “sepihak” ini, telah menempatkan perempuan sebagai second sex person. Mereka tidak memiliki kedudukan yang sejajar dengan kaum laki-laki. Selalu menjadi nomer dua dalam berbagai hal seperti pekerjaan, pendidikan, dan budaya. Ada restriksi sistemik yang berlaku dan dibuat untuk menghambat akses perempuan untuk mencapai kesetaraan. Semua begitu terbatas didukung oleh konstruksi-konstruksi yang berlaku.

    Baca selengkapnya »

  • Pelanggaran Prinsip Kerja sama Grice dalam Membangun Kisah Abu Nawas

    Posted on May 27th, 2010 by Dimas Prasetyo, and has been read for 33 times No comments

    Pendahuluan

    Kisah Abu Nawas sepertinya sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat yang berlatarbelakang muslim. Cerita-cerita Abu Nawas yang jenaka namun cerdas, secara generasi ke generasi tetap populer terutama bagi anak-anak. Selain mengandung unsur humor, kisah Abu Nawas memberikan amanat yang dapat diteladani semua kalangan. Ada usaha dekonstruksi kebenaran yang kerap dilakukan oleh Abu Nawas dalam isi ceritanya. Ia membongkar sesuatu yang sebelumnya dipahami sebagai kebenaran oleh para penguasa, menjadi terbolak-balik dengan sedikit mempermainkan logika. Di sinilah kelebihan dari kisah Abu Nawas yang selalu segar dan cerdas. Ditambah lagi dengan kritik-kritik sosialnya terhadap para penguasa, membuat kisah ini selalu relevan hingga masa kini[1]. Baca selengkapnya »

  • Tanya Jawab Seputar Kesenian Indonesia

    Posted on May 19th, 2010 by Dimas Prasetyo, and has been read for 37 times No comments

    Berikut adalah beberapa soal dan jawaban ketika ujian akhir semester untuk mata kuliah Kebudayaan INdonesia. Hakikatnya, mata kuliah ini adalah gabungan dari sistem kurikulum sebelumnya yaitu Dinamika Kebudayaan Indonesia dan Manusia dan Kesenian Indonesia. Saat dilebur menjadi nama baru mata kuliah Kebudayaan Indonesia, paruh pertama kuliah didominasi dengan materi tentang teori-teori kebudayaan Indonesia, sedang di paruh kedua cenderung ke kebudayaan sebagai seni.

    Baca selengkapnya »

  • The Perspective of Thejakartapost.com and Thejakartaglobe.com in viewing the Conflict between Cops, Students, and Residents at 5 March 2010

    Posted on May 15th, 2010 by Dimas Prasetyo, and has been read for 11 times No comments

    Introduction

    Through out world history, student movement has an important rule in each country. Students, with their independence and critical thinking, have the responsibility to supervise the run of government. Also, in Indonesia, student position themselves as the government controller by sounding people’s voice. Since 1965, the power of student movement has been proven by pointing to the moment of shifting from old order to the new order. Also, this power takes a part again while falling down the New Order in 1998. With their intellectual ability, they make discussion, writing, and demonstration to express people’s voice. However, when expressing their opinion in front of public, sometimes a clash can not be avoided. It could be between students and the cops, students and resident, or may be three of them in the same time. For instance is the class between students, residents, and cops in Makassar 5 March 2010. Triggered by the attack toward the office of HMI (Islamic Student association) by unrecognized people at 3 March, students accused the cops as the person behind the attack. As the result, students decided to strike back the cops at 4 March. This clash made the local resident nauseated, and involved to the conflict.

    Baca selengkapnya »

  • Pertentangan Budaya antar Generasi Imigran Dalam Novel Brick Lane

    Posted on May 12th, 2010 by Dimas Prasetyo, and has been read for 19 times No comments

    Setiap insan manusia memiliki budaya yang terbentuk dari cipta, rasa, dan karsa pemiliknya. Ia dibangun oleh berbagai unsur dalam masyarakat yang jalin-menjalin menjadi sebuah sistem budaya. Menurut Koentjaraningrat (1990), ada tujuh unsur universal penyusun sistem budaya yang berlaku global. Adapun ketujuh unsur universal itu meliputi bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi, dan kesenian(Koentjaraningrat, 1990: 203-204). Lebih jauh lagi, unsur-unsur kebudayaan ini akan terinternalisasi dalam diri tiap individu anggota komunitas. Bahkan ketika individu tersebut keluar dari komunitasnya (imigrasi), akan ada sebuah pencitraan identitas yang mampu membedakannya dari komunitas berbeda tempat ia berada sekarang. Melihat pentingnya identitas bagi diri tiap manusia, maka akan ada usaha-usaha pemertahanan budaya asal di tempat yang baru. Namun, masalah akan timbul ketika para imigran ini telah berketurunan, dan harus mewariskan kebudayaan asal pada generasi penerus ini. Konflik antar generasi dapat terjadi selama proses enkulturasi yang diakibatkan oleh perubahan parameter eksternal seperti adanya sentimen negatif terhadap budaya asing. Dalam esei ini, akan dibahas bagaimana pertentangan budaya antar generasi imigran dapat terjadi karena kecenderungan dari generasi pertama imigran untuk mempertahankan budaya asal, namun mengalami penolakan dari generasi imigran berikutnya yang lahir dan besar dengan budaya tempat migrasi, seperti apa yang dapat dilihat pada hubungan antar generasi di novel Brick Lane karya Monica Ali.

    Baca selengkapnya »

  • Pengkerdilan Kedudukan Perempuan Dalam Keagungan Pemikiran Yunani Kuno

    Posted on April 3rd, 2010 by Dimas Prasetyo, and has been read for 0 times No comments

    Pendahuluan

    Catatan sejarah ilmu pengetahuan manusia diawali pada masa Yunani Kuno. Di masa ini, dikembangkan ilmu filsafat yang menjadi cikal bakal cabang-cabang ilmu baik alam, sosial, dan humaniora. Dari tempat ini pula semangat renaissance berasal yang sempat redup di abad pertengahan. Di masa kejayaan peradaban Yunani Kuno, warga Athena mengembangkan budaya diskusi dan dialog antar sesama. Ada tempat yang dinamakan Agora yang oleh warga Athena digunakan sebagai tempat berkumpul. Di sana mereka bisa bertemu warga Athena lain dan mendiskusikan berbagai fenomena yang menarik perhatian mereka. Dari kebiasaan inilah, lahir pemikir-pemikir besar Yunani Kuno seperti Sokrates, Plato, dan Aristoteles.

    Baca selengkapnya »

  • Tanya Jawab Seputar Teori Kebudayaan Indonesia

    Posted on March 17th, 2010 by Dimas Prasetyo, and has been read for 57 times No comments

    Berikut adalah beberapa pertanyaan dan jawabannya ketika ujian tengah semester mata kuliah Kebudayaan Indonesia semester genap 2009 – 2010. Sebenarnya untuk paruh pertama mata kuliah ini, kita tinggal berpegangan pada buku tulisan Prof. Koentjaraningrat “Pengantar Ilmu Antropologi”. Semuanya ada di sana tak terkecuali. Alhamdulillah, saya dapat nilai A untuk mata kuliah ini. Setelah paceklik nilai A selama dua semester :)

    Baca selengkapnya »



Canonical URL by SEO No Duplicate WordPress Plugin